Rindu dan Ramadhan

Rindu dan Ramadhan





Semuanya akan selalu berlalu dan waktu tak pernah menunggumu, yang berpacaran kini putus pun yang jomlo kini berpacaran. Jadi janganlah terlalu berbangga diri ketika kau punya pacar, terlebih sebelum Lebaran tiba. Lebaran yang lalu kini telah menjadi ramadhan kembali. Dan saat ramadhan tiba pola hidupku benar benar berbeda. Kala malam menjadi siang dan siang berubah menjadi malam. Selalu begitu melulu. Karena malam di bulan ramadhan terasa benar-benar menggairahkan, ketika magrib tiba kau akan merasakan hal fantastis yang amat menggembirakan, yaitu berbuka. Lalu sejam setelahnya kau mendirikan solat isya yang kemudian disambung lagi dengan salat tarawih berjamaah. Belum lagi kau bertadarus dan tidak terasa malam sudah larut. Selanjutnya melakukan kegiatan penting yang harus dilakukan seperti membuat artikel di blog, mengerjakan tugas perkuliahan, dan kegiatan pelengkap lain sekedar merilekskan pikiran seperti halnya bermain game. Tanpa sadar malam yang larut kini hampir menjadi pagi, dan disambung dengan serangkaian kegiatan sahur. Itulah malam-malam yang kujalani saat ramadhan. Terlihat sangat padat bukan?.
 
Segala yang kulakukan bukannya tanpa ada suatu alasan, bahkan semuanya kulakukan berdasarkan alasan yang teramat sangat kuat. Alasannya agar dari setelah sahur sampai waktu berbuka tiba aku tidak dalam kondisi terjaga. Kecuali ada jam perkuliahan dan solat lima waktu. Selebihnya hanya tidur yang kulakukan, agar terhindar dari serangan rindu. Kau tahu rindu bukan?. Sedikit rindu hadir di pikiran saja sudah cukup mengurangi pahala puasamu. Kecuali jika rindu pada kedua orang tua, bagi kawan kawan seperantauan. Memang belum ada dalil yang membenarkan terkait pernyataan ku tersebut, namun bagiku rindu itu salah satu dari sebagian bentuk syahwat. Alasannya sederhana, karena di dalam rindu pasti pikiran kita terpusat memikirkan seseorang terutama lawan jenis dan rasa ingin bertemu, bercakap ataupun memeluk pun ada. Jadi alangkah baiknya jika menghindari hal tersebut.

Namun masalah ini tentu tidaklah mudah mengatasinya. Tidak pula sesepele yang kalian pikirkan. Terlebih untuk insan yang sedang kasmaran ataupun mereka yang baru menginjak masa puber, dimana mereka masih haus-hausnya akan berpacaran yang barangkali sekedar memenuhi rasa penasaran mereka. Dan sebagai manusia yang normal tentunya hal seperti ini bukan hal yang harus dipermasalahkan, dapat dikatakan wajar malahan. Dari pada kalian ikut kekaisaran laskar pelangi yang merindukan sesama jenis, bahkan bisa berakibat lebih fatal lagi bukan?. Namanya juga bulan ramadhan, kita memang diperintahkan berpuasa dan sudah selayaknya kita mendapatkan segala bentuk ujian untuk mengetahui seberapa kuat iman kita semua sebagai hamba-Nya.


Di bulan Ramadhan ini banyak sekali serangkaian fenomena unik yang terjadi. Mulai dari aksi pencurian tingkat receh hingga pencurian tingkat dewa. Contohnya, pada saat kalian berangkat ke masjid untuk mendirikan solat isya dan tarawih berjamaah, kalian membawa sepasang sandal yang memiliki merk terkemuka di semesta, namun alangkah terkejutnya kalian setelah keluar dari masjid untuk pulang. Kalian bahkan tidak mendapati sandal semula yang kalian bawa dan alhasil kalian mendapatkan sendal yang sama sekali tidak bermerk, bisa berupa sandal penuh lumut atau bahkan sandal yang bagian pinggirnya terdapat banyak sekali sayatan maupun ada beberapa bolong di bagian tubuh sandalnya dan paling buruknya kalian tidak kebagian sandal sama sekali. Dan kemudian adanya pencurian dengan level lebih tinggi kala kalian mendapati sepeda motor yang sebelumnya kalian parkirkan di teras kemudian tinggal udara kosong melompong saja. Itulah curanmor, yang dilaksanakan dengan alasan untuk mendapatkan uang lebih untuk menghadapi lebaran tiba, yah begitulah memang, syaitan berbungkus manusia.

Kemudian ada lagi sebuah fenomena yang tanpa sepengetahuan, kita melakukannya secara berangsur-angsur ketika Ramadhan tiba. Membeli makanan dan minuman untuk persiapan berbuka secara berlebihan. Padahal sesampainya waktu berbuka tiba hanya dengan meminum segelas teh hangat dan sepotong roti kita sudah terasa kenyang, selebihnya kalian hanya tak lebih dari sekedar pemborosan dan mubazir belaka. Itulah nafsu syaitan dan kalian telah dibutakan olehnya. Sadarlah bahwa puasa sejatinya bukan hanya menahan diri dari rasa lapar dan dahaga saja, namun perlu ditekankan bahwa sejatinya puasa adalah salah satu perintah Tuhan agar kita menahan segala bentuk nafsu baik berupa makan, minum dan hawa nafsu. Dan penjabaran sebuah nafsu itu sangat banyak sekali bentuknya. Dan fenomena-fenomena yang sudah disebutkan sebelumnya adalah beberapa bentuk nyata dari adanya nafsu. Dan saya tekankan sekali lagi, berhentilah merindu pada lawan jenis karena rindumu merupakan sebagian dari sekian banyak bentuk nafsu syaitan yang mengurangi pahala kalian ketika berpuasa. Selebihnya kalian hanya selayaknya domba dungu yang tidak diberi makan dan minum oleh majikannya. Sekedar lapar dan dahaga saja.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Rindu dan Ramadhan"

  1. Wah ceritanya sangat inspiratif, membuat saya ingat ibu saya yg sdh lebih dlu dipanggil kepadaNya dan mengingatkan saya lebaran tahun lalu kehilangan sendal dengan gantinya sendal bututt hehe :)

    ReplyDelete